Sabtu, 27 Juni 2015

Penyebab Stroke Ringan Di Usia Muda

Penyebab Stroke Ringan Di Usia Muda 

Penyebab Stroke Ringan Di Usia Muda ,- Bahaya Stroke Ringan Pada Usia Mudah Yang Harus Anda Ketahui Sekarang Juga .

Isabel Manchip, seorang anak perempuan kelahiran Inggris, sudah mengalami sejak usia 1 tahun yang awalnya diduga terkena cacar air. Pada akhirnya, pasien tersebut didiagnosis mengalami stroke pada usia yang masih sangat muda tersebut.

Stroke didefinisikan sebagai manifestasi klinik gangguan otak fokal (setempat) atau global (menyeluruh) yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan pembuluh darah. Dengan kata lain, kejadian stroke melibatkan komponen pembuluh darah (termasuk isinya) di otak, gangguan saraf pusat (otak atau sumsum tulang), dan berlangsung cukup lama.

Konsep penting yang perlu dipahami pula di sini adalah kekurangan oksigen dari sel-sel otak untuk bekerja. Oleh karena itu, sumbatan pembuluh darah dan kurangnya aliran sel darah merah di dalam otak oleh sebab apapun dapat memunculkan stroke sebagai hasil akhirnya.

Baca Juga: 

Secara garis besar, stroke dikelompokkan menjadi dua: stroke perdarahan atau stroke penyumbatan (disebut iskemik). Pada orang muda, stroke penyumbatan lebih sering ditemui daripada stroke perdarahan.

Penyebab Stroke Ringan Di Usia Muda 


Sejumlah faktor risiko terkena stroke memang dapat ditemukan pada orang muda dan temuan tersebut sedikit berbeda pada orang yang lebih tua. Pada usia muda, perhatian ditujukan pada beberapa faktor risiko berikut:

Merokok. 
Merokok sebanyak 1-10 batang per hari memiliki risiko 2.2 kali, sedangkan lebih dari atau sama dengan 40 batang rokok per hari berisiko 9.1 kali. Dalam hubungannya dengan stroke, peningkatan pembekuan darah serta kerusakan struktur pembuluh darah menjadi mekanisme yang ditimbulkannya sehingga mempermudah pengendapan lemak maupun sumbatan di dalam pembuluh darah secara keseluruhan, termasuk di dalam otak.

Migraine. 
Migraine memegang peranan hingga 2 kali lipat daripada orang tanpa migraine dalam membentuk stroke. Namun, belum banyak terjelaskan bagaimana mekanismenya. Dugaan terakhir menunjukkan penurunan aliran darah di otak karena memang migraine menunjukkan terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat spasme saat serangan. Biasanya pembuluh darah di sisi belakang lebih banyak terkena. Perhatikan pula bahwa kelainan di pembuluh darah itu sendiri dapat menyebabkan migraine yang berlanjut menjadi stroke, seperti rusaknya lapisan pembuluh darah.

Kehamilan. 
Kehamilan jarang menyebabkan stroke. Pada umumnya kejadiannya berkisar pada beberapa hari menjelang hingga 6 minggu sesudah kelahiran. Perlu dimengerti bahwa kehamilan itu sendiri bukanlah menjadi faktor risiko stroke, melainkan beberapa keadaan yang diakibatkannyalah yang menjadi pencetus kemungkinan timbulnya stroke. Kehamilan dapat menyebabkan darah lebih kental, eklamsia, atau perubahan pada struktur jantung. Timbulnya keadaan tersebutlah yang menjadi faktor risiko terjadinya stroke.

Obat Terlarang. 
Obat terlarang suntikan dapat saja menyebabkan terbentuknya sumbatan akibat dari bahan-bahan asing penyerta serta infeksi pada jantung sebagai asal-muasal kejadian stroke pada pasien. Obat-obatan dengan efek pada saraf simpatis dapat menyebabkan pula peradangan pada pembuluh darah, peningkatan pembekuan darah, hingga hipertensi mendadak. Amfetamin dan kokain merupakan contoh obat yang dapat menyebabkan hal tersebut.

Kontrasepsi Oral.
Kontrasepsi oral, terutama dengan kandungan estrogen tinggi, memiliki risiko 4 kali lipat, sedangkan estrogen rendah berisiko 2 kali lipat. Namun, secara keseluruhan penelitian, kasus stroke pada mereka yg mengonsumsi pil kontrasepsi tergolong rendah (4 dari 100.000 wanita per tahun). Risiko tersebut biasanya baru meningkat jika memang memiliki migraine atau faktor risiko lainnya.

Ciri Ciri Penyakit Sroke :

  • Gangguan bahasa (afasia), yaitu kondisi dimana seseorang tiba-tiba tidak mengerti bahasa yang biasa digunakannya sehari-hari.
  • Gangguan mengenal tata ruang (gangguan visuospatial), yaitu kondisi dimana seseorang menganggap semua benda berada pada bidang datar, sehingga ia merasa cukup hanya dengan menjangkau dengan tangan tanpa beranjak, walaupun benda tersebut berada 5 m di depannya.
  • Gangguan berhitung (akalkulia), yaitu jika seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan berhitung dengan soal mudah sekalipun.
  • Gangguan menulis (agrafia), yaitu jika seseorang tiba-tiba tidak bisa menulis namun masih bisa membaca.
  • Gangguan membaca (alexia), yaitu jika seseorang tiba-tiba tidak bisa membaca namun bisa menulis.
  • Gangguan mengenal nama orang atau barang (anomia), bahkan dengan orang atau barang yang sering ditemuinya
  • Gangguan memori (amnesia)

Untuk itu sebaiknya Anda mengetahui gejala-gejala diatas dengan baik, sehingga bila Anda atau keluarga Anda mengalami gejala yang kami sebutkan dapat segera ditangani dengan baik sebelum terlambat. Gejala stroke yang terlambat untuk didiagnosa akan menyebabkan terjadinya stroke total yang mungkin tidak bisa disembuhkan.

Postedby: Penyebab Stroke Ringan Di Usia Muda 
Previous Post
Next Post

0 komentar: